PANGANDARAN – Panggung musik dangdut nasional kembali kedatangan talenta dari daerah. Tiga penyanyi asal Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat—Jisep, Yayah, dan Rina—dipastikan tampil dalam program “DMD Panggung Rezeki” di stasiun televisi MNC TV. Kehadiran mereka menjadi representasi seniman lokal yang berhasil menembus ketatnya industri hiburan ibu kota melalui jalur kreativitas digital.
Ketiga penyanyi yang tergabung dalam grup musik Mustika Paksi tersebut berangkat ke Jakarta bukan melalui jalur audisi reguler yang kerap memakan waktu panjang. Sebaliknya, mereka mendapatkan undangan khusus dari pihak penyelenggara setelah video penampilan mereka di media sosial menarik perhatian produser program tersebut.
Pemilik grup Mustika Paksi, Dian Hadiandara, menjelaskan bahwa pemanggilan ini merupakan buah dari konsistensi mereka dalam mendokumentasikan performa panggung ke ranah digital. Meski tidak mengetahui secara spesifik kriteria teknis yang ditetapkan pihak televisi, Dian meyakini bahwa karakter dan kualitas vokal menjadi pertimbangan utama.
”Kami langsung mengunggah video performa di media sosial, dan tidak lama kemudian pihak MNC TV memberikan konfirmasi (ACC). Prosesnya sangat cepat,” ujar Dian, Selasa (21/4/2026).
Persiapan Terbatas
Kecepatan proses administrasi tersebut menuntut kesiapan fisik dan mental yang ekstra dari para penyanyi. Dian mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan secara intensif dalam waktu yang sangat terbatas.
- Jeda Latihan: Pasukan Mustika Paksi hanya memiliki waktu efektif selama satu pekan untuk berlatih.
- Linimasa: Komunikasi intensif dimulai sesaat setelah Idul Fitri, dan pada bulan April ini mereka sudah harus bertolak menuju studio di Jakarta.
Latihan singkat tersebut difokuskan pada penguatan teknik vokal dan penguasaan panggung agar mampu memenuhi standar siaran nasional yang kompetitif.
Promosi Wisata
Lebih dari sekadar mengejar popularitas individu, penampilan Jisep, Yayah, dan Rina di panggung nasional dianggap sebagai momentum strategis untuk mempromosikan Kabupaten Pangandaran. Sebagai daerah yang mengandalkan sektor pariwisata, kehadiran putra daerah di layar televisi menjadi sarana “diplomasi budaya” yang efektif.
”Penampilan ini adalah bukti nyata bahwa seniman lokal mampu mengangkat nama Pangandaran. Kami membawa misi untuk memperkenalkan wisata unggulan daerah kami kepada khalayak nasional,” kata Dian.
Keberhasilan Mustika Paksi ini diharapkan dapat memacu semangat para seniman di daerah untuk terus berkarya. Di tengah disrupsi teknologi, pemanfaatan media digital menjadi kunci bagi talenta daerah untuk melampaui batasan geografis dan meraih peluang di kancah nasional.






Tinggalkan Balasan