PANGANDARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran sukses menggelar perhelatan akbar Pangandaran ICON Carnival 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Jadi (Milangkala) ke-14 Kabupaten Pangandaran, Senin (19/10/2026). Ajang tahunan ini menjadi etalase unjuk kreativitas, kekayaan budaya, serta potensi lokal masyarakat yang memperkuat daya tarik sektor pariwisata.

​Karnaval yang berlangsung semarak ini mengambil rute strategis, membentang dari kawasan Sentral Parkir Wisata hingga bermuara di Panggung Utama Taman Pangandaran Sunset. Sejak pagi hari, wisatawan dan warga lokal dimanjakan dengan ragam busana adat, kreasi kostum inovatif, parade budaya, hingga atraksi seni yang memukau.

​Penampilan unik dari masing-masing defile peserta sukses mengundang decak kagum penonton. Sorak-sorai kemeriahan terus menggema setiap kali perwakilan kelompok menampilkan atraksi kreatif mereka di hadapan Bupati Pangandaran, Hj. Citra Pitriyami.

​Libatkan 93 Desa dan 10 Kecamatan

​Bupati Pangandaran, Hj. Citra Pitriyami, menyampaikan bahwa Pangandaran ICON Carnival tahun ini mengusung tema besar “Ngahiji Dina Rasa, Ngawujud Dina Karya, Mawa Pangandaran Melesat Nepi Ka Jaya.” Menurutnya, tema ini adalah cerminan dari semangat kolektif, gagasan, dan kreativitas masyarakat dalam mewujudkan ide menjadi sebuah karya nyata.

​”Kegiatan Pangandaran ICON Carnival ini merupakan suatu ide, gagasan, kreativitas, dan kebersamaan yang menjadi bentuk kreasi dan terlihat oleh kita semua. Itu merupakan perwujudan dari tema kita,” ujar Citra.

​Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen yang terlibat penuh, mulai dari perwakilan 93 desa, 10 kecamatan, perangkat dinas, organisasi masyarakat, hingga para sponsor yang mendukung kelancaran acara.

​Kreativitas Jadi Modal Promosi Pariwisata

​Lebih lanjut, Citra menekankan pentingnya inovasi dalam memajukan sektor pariwisata daerah. Menurutnya, pesona pantai dan sungai yang menjadi andalan Pangandaran harus terus dikolaborasikan dengan kreativitas masyarakat agar mampu mendongkrak angka kunjungan wisatawan.

​Promosi pariwisata yang komprehensif tidak bisa lagi hanya mengandalkan keindahan alam. Kekayaan budaya, karakter sosiologis masyarakat, dan inovasi karya lokal harus dikedepankan untuk mempertegas identitas daerah di kancah nasional maupun internasional.

​”Melalui kegiatan ini, potensi daerah tidak hanya diperkenalkan lewat keindahan alam, tetapi juga melalui kekayaan budaya, karakter masyarakat, serta ide-ide kreatif yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan,” tegasnya.

​Citra berharap, keterlibatan masif dari unsur desa dan masyarakat dalam karnaval ini dapat memicu lahirnya terobosan-terobosan baru dalam mempromosikan pariwisata Pangandaran.

​Disambut Antusias Warga dan Wisatawan

​Kemeriahan dan pesona dari parade budaya ini dirasakan langsung oleh masyarakat yang memadati area rute karnaval. Aji (30), salah seorang warga Kecamatan Cijulang, mengaku sangat terhibur dengan ragam penampilan luar biasa dari para peserta.

​”Cukup meriah, banyak yang unik-unik, terutama penampilan dari tiap desa,” ungkap Aji.

​Melalui suksesnya pergelaran ini, Pangandaran ICON Carnival 2026 tidak sekadar hadir sebagai panggung hiburan hari jadi, melainkan bertransformasi menjadi ruang strategis bagi masyarakat dalam memperkenalkan potensi dan keunikan wilayahnya kepada dunia.